Pola Makan dan Gizi Pemain Sepakbola

Menu makan Pemain Sepakbola Berkualitas

 

Harus Menjaga Pola & Nutrisi Gizi


Makro Nutrisi : Karbohidrat, Protein & Lemak



  • -Kebutuhan kalori (energi) pemain bola bergantung terhadap frekuensi, intensitas latihan serta posisi pemain di dalam tim.
    -Pemain pada posisi gelandang serang, membutuhkan jumlah energi relatif lebih besar dibandingkan pemain pada posisi lainnya.
    -Dalam satu pertandingan sepakbola kompetitif, pemain sepakbola membutuhkan energi (kalori) sebesar 21-22 kkal per kg berat badan atau sekitar 1575 – 1650 kkal untuk pemain sepakbola dengan berat badan 75 kg
    - Untuk memenuhi kebutuhan makro nutrisi & kalori bagi tubuh, pemain sepakbola disarankan untuk memenuhi total kalorinya sebesar 60-70% dari konsumsi karbohidrat, 10-15% dari konsumsi protein serta 20-30% dari lemak.
    - Besarnya jumlah simpanan ‘bahan bakar’ utama tubuh untuk olahraga sepakbola yaitu glikogen otot dan glikogen hati ditentukan oleh jumlah konsumsi makanan sumber karbohidrat.
    - Pemain sepakbola dengan simpanan glikogen yang optimal mempunyai performa serta kapasitas ketahanan (endurance) yang lebih prima saat latihan/pertandingan

  • -Pemain sepakbola membutuhkan konsumsi makanan kaya akan karbohidrat sebagai sumber energi per hari sebanyak :
    #5-7 gram per kg berat badan, saat latihan intensitas rendah berdurasi moderat,
    #7-10 gram per kg berat badan (pre-season training),
    #10 gram per kg berat badan atau lebih jika durasi latihan lebih dari 4 jam per hari
    -Pemain sepakbola membutuhan makanan sumber protein sebesar 1.2-1.6 gram per kg berat badan per hari untuk membentuk serta memperbaiki jaringan otot yang rusak. Pilihan sumber protein yang baik : daging ayam, daging sapi, ikan, susu sapi (low fat), susu kedelai, kedelai, tempe, tahu, telur, keju, kacang hijau dan kacang merah
    -Asupan sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, selai kacang, kacang kedelai, minyak jagung, minyak kelapa sawit, ikan mackerel & ikan salmon juga dibutuhkan oleh pemain sepakbola untuk menjaga kesehatan tubuh sebanyak 1 gram per kg berat badan.


    Match/Practice Day
    Bahan Bakar Tubuh : Nutrisi Karbohidrat
    3-4 Jam sebelum latihan/pertandingan
    Fokus konsumsi untuk meningkatkan simpanan ‘bahan bakar’ tubuh yaitu glikogen otot, glikogen hati serta juga untuk menjaga level glukosa darah di dalam tubuh.
    Pilih makanan sumber karbohidrat yang mempunyai nilai GI (glycemic index) rendah-sedang : nasi merah, nasi putih (butir panjang), bubur, pasta (ravioli,spaghetti, fettucini, makaroni), roti gandum (whole wheat), croissant, apel, jeruk,pisang, kiwi, mangga, yoghurt (low fat), pudding, madu, jus apel dan jus jeruk.
    1-2 Jam sebelum latihan/pertandingan
    Konsumsi kudapan ringan (snack) makanan sumber karbohidrat untuk mengoptimalkan simpanan glikogen otot, menjaga performa serta juga untuk meningkatkan kapasitas ketahanan tubuh (endurance) saat latihan/pertandingan sepakbola.
    Pilih kudapan ringan sumber karbohidrat berserat rendah dengan nilai GI sedang tinggi sehingga cepat dicerna dan cepat mengisi tangki ‘bahan bakar’ tubuh :
    Kudapan ringan :
    Roti putih/roti gandum (dengan selai/madu), croissant, muffin, roti hamburger, kentang rebus, jagung, sereal, biskuit gandum, biskuit oatmeal, rice cake dan madu

  • Buah-buahan :
    Apel, semangka, jeruk, pisang, mangga dan pepaya,
    Konsumsi juga karbohidrat dari sumber cair sehingga secara simultan dapat menambah asupan energi serta menjaga level hidrasi tubuh. Pilih jus buah buahan (encer) atau campurkan karbohidrat seperti glukosa, sukrosa atau maltodextrins dengan air putih dalam sports bottle.(zay)